Merah Putih Berkibar di Timor Mendahului Proklamasi


Ayananews.com, Kupang – Bendera Merah putih sebagai lambang Negara Republik Indonesia ternyata telah berkibar di Pulau Timor tepatnya dilapangan Air Nona sebelum hari Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945.

BENDERA MERAH PUTIH BERKIBAR DI TIMOR 29 APRIL 1945 DI LAPANGAN AIRNONA, MENDAHULUI PROKLAMASI.

Peter A. Rohi, Surabaya.

Perdana Menteri Jepang Koiso Kuniaki pada Sidang Istimewa ke-85 Parlemen Jepang (Teikoku Ginkai) t7 September 1944 mendeklarasikan kemerdekaan bagi Negara-negara yang ada di bawah kekuasaan Jepang “kelak kemudian hari”.

Deklarasi Koiso itu dapat dimengerti karena berkaitan dengan posisi Jepang yang semakin terjepit dalam Perang Pasifik setelah Sekutu berhasil merebut pertahanan Jepang di Papua Nugini, Morotai dan Halmahera, Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, bahkan Kepulauan Saipan yang letaknya sudah sangat dekat dengan Jepang.

Jepang buru-buru menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia dengan harapan rakyat Indonesia tetap berada di belakang tentara Jepang. Bendera Merah Putih boleh dikibarkan dan lagu kebangsaan boleh dinyanyikan. Tapi janji itu belum terujud, karena Jepang masih setengah hati.

Namun, tanggal 20 Oktober 1944 pagi Panglima Sekutu Jenderal Mac Arthur turun dari kapal penjelajah Nashvile menaiki sebuah kapal pendarat yang membawanya ke pantai timur Leyte, membuat Jepang makin terdesak.

Menghadapi situasi yang kritis itu, pada tanggal 1 Maret 1945 Panglima tentara ke-16, Letnan Jenderal Kumakici Harada, mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tujuan pembentukan badan tersebut untuk menyelidiki dan memyiapkan kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI dilantik 29 April1945 bertepatan dengan hari kelahiran Kaisar Hirohito. Badan ini beranggotakan 67 orang dengan ketua Dr. K.R.T. Radjiman Widiodiningrat dan Raden Pandji Suroso, serta Ichi Bangase mewakili Jepang ditambah 7 lagi anggota Jepang yang tidak memiliki hak suara.
Di Pulau Timor, kedudukan Jepang masih kuat karena di situ ditempatkan pasukan terkuat Jepang yang semula disiapkan untuk menghadapi pasukan sekutu yang terkonsentrasi di Australia.
Namun Mac Arthur tidak melalui Timor dalam perjalanannya “kembali” ke Philipina.

Pada saat bersamaan dengan berdirinya BPUPKI di Jakarta, Minseibu (Kepala Pemerintahan sipil Jepang) di Timor bersama para tokoh masyarakat mengadakan upacara penaikan bendera Merah Putih mendampingi bendera Jepang Hinomaru bertempat di lapangan olah raga Airnona ( I.H.Doko: Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di NTT, hal. 106).

Bendera ini diberikan oleh penguasa Angkatan Laut Jepang di Timor kepada Ketua Dewan Raja-raja Timor, H. A. Koroh, dan tokoh masyarakat I. H. Doko. Acara meriah itu dihadiri sekitar 3.000 massa yang dikerahkan oleh para pemuda. Dalam buku lain disebutkan Titus Uly, yang kemudian menjadi Kepala Polisi Kerisidenan Timor adalah pengerek bendera di lapangan Airnona itu.

Dengan demikian tidak benar pengibaran bendera itu dilakukan di rumah kepala daerah Jepang (Ken Kanrikan) seperti diberitakan di sebuah koran di Kupang hari ini (9 Agustus 2017). Pengibaran bendera sebelum Proklamasi Kemerdekaan ini merupakan hal yang luar biasa.

Tercatat bendera Merah Putih pertama dikibarkan pada tahun 1921 di Belanda pada saat pembentukan Perhimpunan Indonesia. Enam tahun kemudian Merah Putih dikibarkan pada saat Pendirian Partai Nasional Indonesia di Bandung. Setahun setelah itu Merah Putih berkibar pada kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Setelah itu Bung Karno memasang bendera Merah Putih pada mobil sedan “buick” yang membawanya dari Padang menuju Palembang, Februari 1942.

Setelah itu Jepang melarang mengibarkan bendera Merah Putih.
Tidak tercatat apakah bendera Merah Putih juga dikibarkan saat pembentukan BPUPKI di Jakarta 29 April 1945 dan Rapat BPUPKI yang pertama 29 Mei – 1 Juni 1945). Apabila tidak disertai pemasangan bendera Merah Putih pada kedua acara itu, maka pengibaran Merah Putih di lapangan Airnona, Kupang merupakan pertama sebelum pengucapan Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Soekarno dan Moh. Hatta.

Di Kupang, Sekutu menunjuk Australia melakukan pelucutan tentara Jepang. Tidak ada perang antara sekutu, apalagi Belanda dengan Jepang yang sudah menyerah, beberapa hari setelah Amerika membom Nagasaki dan Hirosima. Dengan demikian tidak ada serbuan Belanda yang memukul mundur Jepang seperti diberitakan sebuah Koran di Kupang kemarin. (Peter A. Rohi).

Nota:
Bahan Return to Philipines oleh Rafael Steinberg; Sesudah Perang: Asia, Pustaka Time- Life; Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di NTT (I.H.Doko, 1981)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Merah Putih Berkibar di Timor Mendahului Proklamasi

log in

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format