BENIH SUKUN DARI BAKUNASE DISEBARKAN KE SELURUH DUNIA


PETUALANGAN KAPTEN WILLIAM BLIGH : BENIH SUKUN DARI BAKUNASE DISEBARKAN KE SELURUH DUNIA

Oleh : Peter A. Rohi

Ayananews.com, Kota Kupang – Kapten William Bligh adalah Kapten kapal The Bounty yang mendapat tugas mencari buah sukun di Tahiti untuk disebarkan ke Jamaica dan koloni-Kloni Inggris yang lain. Orang Inggris menamakan buah sukun sebagai buah roti (breadfruit) sebagai pengganti roti pada masa-masa tertentu.

Ketika tiba di Tahiti, terjadi perebutan kapal yang dilakukan wakilnya, justru orang kepercayaan yang dipilihnya sendiri. William Bligh dibuang di atas sebuah perahu berukuran 7 meter pada bulan April 1789 dengan persedian makanan, air minum, dan anggur untuk konsumsi 5 hari normal untuk Bligh dan 18 anak buahnya. Tujuannya biar mereka mati perlahan-lahan.

Tapi Bligh pelaut sejati. Ia selalu memimpin pelayarn-pelayaran besar dan tahu bagaimana memberi semangat pada anak buahnya. Mereka mendayung 40 hari siang malam tanpa henti dalam musim hujan dan setiap hari badan mereka basah dan kedinginan. Makanan ditakar sendiri oleh Bligh. Selama 40 hari tanpa singgah, setelah menempuh 6667 kilometer akhirnya mereka 14 Juni mereka tiba di Pulau Timor.

Gubernur Belanda (VOC) William Adrian Van Este dan wakilnya Mr. Wanyon sangat membantu mereka. Mereka ditempatkan pada sebuah gedung bertingkat dua yang cukup untuk semua anak buah Bligh.

Sayang sekali di Kupang seorang anak buah Bligh, ahli botani David Nelson jatuh sakit dan meninggal dunia. Ia dimakamkan di pekuburan Belanda. David Nelson pernah ikut pelayaran James Cook sehingga ia tidak asing lagi dengan situasi Pasifik, Autralia Utara, dan Laut Timor. Nelson dimakamkan di Pekuburan Belanda Fatufeto, di belakang benteng Concordia.

William Bligh yang sebenarnya ditugaskan ke Pasifik mencari bibit buah sukun (Breadfruit), justru ia temukan yang terbaik berada di Bakunase, empat kilometer dari Kupang, jenis yang unggul yang tidak pernah dilihat di mana pun. Dari sini, tulis Bligh, ia membawa empat anakan sukun yang kemudian ditanam di Kebun milik Raja Inggris di Kew (London) begitu juga beberapa tanaman yang diperoleh dari Wakil Gubernur Wanyon. Dari Kew benih sukun Bakunase ini disebarkan ke semua koloni Inggris di dunia.

Di Timor, kata Blight dalam laporannya buah sukun tidak dijadikan roti sebagaimana kebiasan orang Inggris. Ironisnya Bligh juga membawa beberapa benih padi jenis tanah kering asli Timor, yang pada masa Soeharto dibasmi untuk diganti jenis padi IR yang tidak cocok untuk Tanah Timor.

Mestinya Kota Kupang bisa menjadikan buah sukun sebagai ikon kota. Apalagi, bukankah Bung Karno mengatakan bahwa ia memperoleh ilham Pancasila saat merenung di bawah pohon sukun di Ende?

Bakunase sekarang. Dari sini William Bligh menemukan benih sukun terbaik di dunia, ditanam di Kebun Raja di Kew. Dari sana disebarkan ke semua koloni Inggris di dunia.
Tanaman sukun yang rimbun di Bakunase dan buahnya yang menggiurkan. Di Inggris dan koloni-Kloninya dinamakan buah roti (breadfruit) dijadikan sebagai cadangan makanan.
Gambar buah sukun oleh Sidney Parkinson, Juru gambar Joseph Banks. Joseph Bank adalah botanist yang menemani Captain Cook dalam perjanan pertama captain Cook dimana mereka singgah di Pulau Sabu ungtuk memperoleh tambahan makanan. Banks juga pernah berlayar bersama Bligh

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BENIH SUKUN DARI BAKUNASE DISEBARKAN KE SELURUH DUNIA

log in

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format